Ini di kota, bung. Deru mobil, bising suara motor, atau dua tetangga yang saling umpat karena berebut tempat sampah. Ah, itu biasa. Namanya juga di kota besar, bung. Copet, jambret, maling, juga biasa lalu lalang di depan mata. Untuk yang terakhir ini aku juga ingat. Baru kemarin Sukmawati berseloroh, ngedumel, bukan karena ia harus naik angkot tiap hari, tapi ia melihat tiga orang laki-laki sangar bermata merah menempel ketat seorang perempuan paruh baya. Yang satu pura-pura baca koran, yang lain pura-pura menjatuhkan komik lusuh, sementara yang lain lagi pura-pura tertidur dengan kepala bersandar di bahu sang ibu.
“Ini pura-pura. Mereka pasti bangsa pencopet,“ pikir Sukma. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ini di kota, bung. Ingin membela orang lain, jangan-jangan nyawa sendiri tidak terjaga. Angkot berhenti. Tiga laki-laki itu keluar mobil. Sepeminuman teh kemudian, sang ibu sadar, dompetnya raib.